Makaseorang Mukmin berusaha sekuat tenaga mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam setiap gerak-gerik hidupnya, dalam setiap aktivitasnya, karena tujuan hidupnya memang akan kembali kepada Allah Jalla wa 'Ala. Ada sebuah amal yang apabila kita amalkan dan kita jaga akan menjadi halal keridhoan Allah kepada kita. sematamata hanya mengharap ridho Allah, bukan pujian dari manusia selalu mencari eksistensi diri dan pujian dari Allah, bukan eksistensi di hadapan manusia karena hari ini tanggal ini jam ini takkan pernah kembali lagi dalam hidup kita Mari kita isi hidup kita yang singkat di dunia ini Septem. Amalan Wali Songo, Amalan Mujahadah Mencari Ridho Allah SWT - Kehidupan manusia bukan tak mungkin tanpa cobaan. Pasti ada ujian yang datang silih berganti, bahkan manusia merasa tak sanggup menghadapinya. Padahal ALLAH memberikan jalan keluar pada setiap masalah yang terjadi pada diri manusia. Ikhlasmerupakan salah satu akhlakul mahmudah yang harus dimiliki oleh semua orang. Secara sederhana, ikhlas adalah lawan dari riya yaitu kita melakukan segala pekerjaan ataupun ibadah hanya semata-mata karena ingin mendapatkan ridho Allah SWT. Sementara rya yaitu melakukan suatu amal perbuatan dan ibadah karena ingin mencari penghargaan dan juga pengakuan dari manusia. Nah, pada artikel [] Iktikaf adalah kelebihan ibadah yang dapat dilakukan umat Muslim dalam mencari ridho Allah SWT dan rahmat di Bulan Ramadan," begitu kata Abdul di Masjid Istiqlal, Minggu 20 Juli 2014 malam. Sejak puasa kesembilan bapak empat orang anak ini melaksakan iktikaf dengan bekal seadanya. Namunterkadang karena banyak nya tugas membuat kita lupa TUGAS utama dalam hidup. TUGAS HIDUP bukan untuk Harta, jabatan, sex, popularitas,dll. Tetapi TUGAS HIDUP ini adalah untuk mencari RiDHo dari ALLAH SWT. Dan tidaklah mudah untuk mendapatkan RIDHO dr ALLAH SWT. Dalamhadits tersebut menjelaskan Seorang anak wajib berusaha membuat orangtuanya ridho. Dalam hadits di atas, Rasulullah menyebutkan bahwa ridho Allah bergantung pada ridho orangtua. Sama halnya dengan mencari ridho Allah yang merupakan suatu kewajiban, demikian pula dengan mencari ridho orangtua. Diaakan terus berusaha mewujudkan harapan dan impiannya tersebut dalam upaya demi mencari ridho dari Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya. Mewujudkan harapan dan impian demi mencari ridho dari Allah SWT [imagesource] Segala kesulitan hidup tak membuatnya gentar. Sehingga bagi hamba yang telah mencapai titik ini, bersyukurlah dengan sebanyak Barangsiapayang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan Siapa yang pada hari ini (ZAMAN FITNAH) berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, melaksanakannya, MENCARIRIDHO ILLAHI Selasa, 08 Maret 2011. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya mencariridho Allah Sunday, August 6, 2017 "Selama hidup saya, saya tidak pernah mendapatkan pelajaran apapun dari orang-orang yang setuju dengan saya" masyarakat majemuk. kalau masyarakat multikultural individu ataupun kelompok dari berbagai budaya dan suku bangsa bisa hidup dalam kesatuan sosial tanpa ada suatu peselisihan meskipun Pertama:Hidup untuk mencari Ridlo Allah, Seorang Muslim senantiasa mengharapkan Ridho Allah dalam setiap sepak terjang aktivitasnya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan memperoleh Ridho Allah sajalah hidupnya menjadi lurus, terarah dan benar..sehingga seorang muslim yang mengejar Ridho Allah berarti menjadi seorang beriman yang ikhlas. Selainitu, orang yang berilmu juga akan mendapatkan kebaikan dalam hidup. Inilah yang didambakan setiap hamba. Seseorang harus bisa mengatur pikiran dan aktivitasnya agar selalu berada dalam ridho Allah. Baca Juga : Ceramah Singkat Tentang Sabar. Selain itu, kita juga harus sering memanjatkan doa kepadaNya. Sebab, tanpa pertolongan dan loKK. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mencari ridho artinya melakukan sesuatu dengan semata-mata karena Allah SWT. Maka dengan itu jika seseorang yang memiliki prinsip untuk dengan semata-mata mencari ridho Allah yaitu mereka yang berniat melapazd kan di dalam hatinya dengan kata lailahaillah di sertai dengan penuh yang memiliki filosofi lailahailallah dan tentu barang siapa yang akhiri kalam nya dengan mengucap kalimat lailahailallah lantas mereka akan masuk surga sabda nabi Muhammad tetapi yang di maksud mencari Allah itu bukan hanya sholat,berzikir, atau mengaji namun itu semua memiliki makna yang sangat luas ini Yang di sebut dengan menyangkut filosofi hidup atau menyangkut ideologi. Jadi konsekwensinya jika seseorang yang benar-benar niatnya tulus dengan mencari ridho Allah SWT maka ia akan mengikuti apa yang di ingin kan Allah SWT karena tentu jika seseorang itu ia akan banyak berbuat baik,berbagi lembut,tidak menyakiti orang lain atau menyinggung perasaan seseorang dan titik akhirnya yaitu memanifestasikan kehendak Allah karna sikap-sikap yang baik yang membiasakan Rahmat bagi semesta Alam inilah yang menjadi ukurannya jadi prinsip-prinsip inilah yang saat ini terkikis dan semakin langka kita temukan karna saat ini banyak orang yang bertindak sebaliknya atau bisa di katakan manusia-manusia mencari murka Allah SWT tapi tidak mencari ridho Allah SWT. Kalo kita kiat-kiat pada masa sekarang ini hak-hak rakyat kecil yang tertindas di abai kan begitu saja kebenaran di lecehkan,keadilan,di injak-injak kebohongan di ikuti semakin banyak orang yang bertindak semuanya tanpa menghiraukan perasaan saudaranya padahal nabi Muhammad telah bersabda dalam hadist nya yang berbunyi "barang siapa yang menyakiti orang mukmin atau orang yang baik di ridhoi oleh Allah SWT maka ia menyakiti rasul-nya begitu pun sebaliknya dan barang siapa yang menyakiti rasul-nya maka ia menyakiti Allah SWT" jadi itu semua sangat jelas jika seseorang yang menyakiti rakyat kecil dan menyakiti saudara-saudara nya maka Allah SWT pasti akan sangat murka terhadap seseorang tersebut beda dengan orang terdahulu karna kebanyakan orang terdahulu atau leluhur bangsa ini mereka sangat menjunjung prinsip ini, Mereka Sangat takut kepada Yang maha kuasa dan mereka sangat mengupayakan terciptanya keamanan oleh karna itu kita bisa mengambil ibroh atau pembelajaran mulai pada saat ini slalu menghormati sesama,jagalah perasaan manusia,penuhilah hak orang lain dan jalanilah hidup ini semata-mata karna Allah SWT. Begitu pun sebaliknya ketika banyak hati yang tidak saling meridhoi maka Allah SWT tidak mungkin ridho dan jika kita melakukan perbuatan dengan tidak semata-mata karna Allah SWT maka Allah SWT juga tidak mungkin ridho terhadap perbuatan yang kita perbuat tersebut. Alangkah buruknya manusia yang menyebah Allah SWT lantaran masuk ingin di selamat kan dalam api seandainya surga dan neraka tak ada apakah engkau akan tetap Lihat Diary Selengkapnya Mencari atau mengharap atau semata-mata demi “keridhaan Allah” adalah ungkapan jawaban yang sering kita dengar tatkala kita menanyakan tujuan dari suatu amal yang dilakukan oleh saudara kita. Jawaban itu sejatinya mencerminkan keimanan yang benar, jika memang diyakini seperti itu, terucap seperti itu, dan terwujud dalam realita amal yang selaras dengan itu. Namun alangkah sayangnya, karena tidak sedikit orang yang kurang memahami makna pernyataan yang agung tersebut. Ia menjadi semata-mata ucapan bibir yang lahir bukan dari pemahaman dan keyakinan. Dan ia menjadi kata-kata yang tidak bermakna karena tidak menemukan korelasi dengan perilaku kehidupan keseharian. *** Baru-baru ini saya menerima e-mail. E-mail itu cukup membuat saya berpikir dan mengevaluasi kembali apa-apa yang telah saya lakukan. Apakah yang saya lakukan selama ini benar dalam rangka menggapai ridha Allah atau tidak. Saya bersyukur, karena e-mail itu mengingatkan diri saya, bahwa apa yang saya lakukan boleh jadi salah. Ini berarti suatu peluang bagi saya untuk memperbaiki kesalahan sehingga tidak terulang dikemudian hari. Seorang muslimah yang mengirim e-mail itu menulis, “Sepintas saya menangkap Bapak melakukan amal seperti dzikir, bayar zakat, dan amal-amal lain, agar doa Bapak untuk mendapat keselamatan selama terbang terkabul. Apabila memang demikian sayang dong Pak!” Tulisan dia menjadi bahan perenungan saya. Apakah jika seseorang bermohon untuk selamat dari bahaya itu salah? Saya berpikir hal itu menjadi salah manakala seseorang memohon keselamatan kepada tuhan lain’ selain Allah atau menjadi salah manakala seseorang meyakini bahwa dengan amal itu, Allah pasti’ akan menyelamatkannya. Sepanjang ia memohon keselamatan kepada Allah’ —dzat yang mampu memberi keselamatan kepada orang yang dikehendaki, bukan kepada tuhan lain—dan amal yang dilakukannya adalah sebagai ikhtiyar wasilah’ yang tidak mengurangi kekuasaan Allah untuk menyelamatkan atau mencelakakan seseorang, maka apa yang dilakukannya adalah hal yang bisa dibenarkan oleh syariat. Muslimah itu kemudian melanjutkan, “Saya pun selalu berdoa untuk banyak permohonan. Lemah rasanya menjalani hidup tanpa doa. Tetapi saya juga sedang belajar untuk tidak berhitung dengan amal-amal saya karena masih harap cemas apakah amal saya diterima atau tidak.” Saya pun kembali berenung, apakah dengan mengikhlaskan tujuan karena Allah kita tidak boleh memiliki tujuan lain? Saya berpandangan tujuan-tujuan lain diperbolehkan sepanjang dalam rangka menenuhi tujuan karena Allah, bukan tujuan utama yang paling dominan. Sama halnya dengan pernyataan bahwa keimanan yang benar adalah menjadikan Allah sebagai dzat yang satu-satunya dicintai, namun keimanan itu tidak menafikan adanya cinta kepada isteri, anak, atau harta benda. Keimanan yang benar menempatkan cinta kepada semua itu dalam rangka mencintai Allah dan cinta kepada semua itu tidak lebih dominan dibanding cintanya kepada Allah. Apakah dengan amal-amal itu saya berhitung dengan Allah? Berhitung-hitung biasanya dilakukan oleh anak kecil. Saya kerapkali menghadapi anak saya —yang karena sifat kekanakannya—masih berhitung dalam hal ketaatan kepada saya selaku orang tua. Ia mau mengerjakan apa yang saya perintahkan —entah berbentuk permintaan tolong atau larangan—jika saya mau memberikan sejumlah uang tertentu. Jika saya tidak mau memberikan sejumlah uang itu, ia pasti tidak akan melaksanakan apa yang saya perintahkan itu. Apakah maksud e-mail itu jika berdoa ya berdoa saja, tidak perlu beramal ini itu dengan tujuan ini itu? Atau jika dianalogikan ke anak kecil, minta ya minta saja, tidak usah merayu-rayu dan mengambil simpati? Misal dengan menjadi lebih penurut dan lebih sopan? Waallahu a’lam. Keselamatan adalah hal yang ghaib, berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Apakah pada akhirnya seseorang selamat atau tidak, semua itu menjadi rahasia Allah. Jika seseorang melakukan ketaatan demi memperoleh sesuatu yang masih menjadi rahasia Allah, di mana Allah berkuasa memberikan hal itu, tentu fenomena yang demikian bukanlah fenomena berhitung dengan Allah. Rasanya fenomena yang mendekati berhitung dengan Allah adalah bernadzar, artinya berjanji akan melakukan suatu bentuk ketaatan manakala keinginannya dikabulkan oleh Allah. Itu pun termasuk hal yang saya ketahui diperbolehkan oleh syariat. Karena muaranya adalah mendorong orang kepada kebaikan. Sebaliknya syariat melarang nadzar yang mengarah kepada keburukan. Jika seseorang bernadzar seperti itu maka nadzar itu menjadi batal untuk diwujudkan alias batal demi hukum. *** Ridha terhadap Allah berarti menerima semua ketentuan Allah terhadap manusia dan tuntutan Allah terhadap manusia. Ketentuan Allah terhadap manusia merupakan qadha dan qadar yang sudah tertulis dalam kitab Lauh Al-Mahfudz. Apa yang telah’ berlaku atas manusia disebut takdir, yang mana kita diperintahkan untuk mengambil hikmahnya agar kita lebih taat kepada Allah. Dan tuntutan Allah terhadap manusia merupakan takdir syar’i ketentuan syariat berupa wahyu Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw untuk dipelajari, diamalkan, dan untuk ditaati. Mencari ridha Allah bisa diartikan menerima ketentuan Allah atas diri kita. Dalam konteks terbang, berarti siap untuk selamat ataupun tidak selamat, karena semua itu adalah rahasia Allah diluar jangkauan kita. Mencari ridha Allah juga berarti menerima tuntutan Allah terhadap diri kita. Dalam konteks terbang, jika kita menghendaki keselamatan maka kita pun hendaknya banyak mendekatkan diri kepada-Nya dengan melakukan banyak amal ketaatan. Itulah upaya maksimal yang bisa dilakukan. Bagi mereka yang memiliki kontrol terhadap hal-hal teknis penerbangan, maka kendala-kendala teknis itu harus dihilangkan. Saya menyimpulkan mencari ridha Allah berarti berupaya semaksimal mungkin menjalankan ketaatan kepada Allah dan menyerahkan hasil akhir ketaatan itu kepada-Nya. Tentu kita tidak bisa dengan pasti mengklaim atau menilai seseorang itu telah menempuh jalan dalam keridhaan-Nya atau tidak. Tetapi setidaknya kita bisa bertanya kepada diri sendiri apakah kita telah beramal semata-mata mencari ridha Allah atau tidak. Waallahua’lam bishshawaab [email protected]. SMS 0817-99-OIMAN Jakarta, NU OnlineRidha artinya rela, mencari Ridha Allah artinya mencari apa yang membuat Allah rela pada diri manusia. Maka seseorang yang memiliki prinsip hidup mencari ridho Allah adalah mereka yang benar-benar menuhankan Allah sekaligus memiliki prinsip orang kerap bertanya bahwa apa yang dilakukannya mendatangkan ridha Allah atau tidak. Terkait hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor KH M. Luqman menjelaskan tiga hal yang bisa dilihat apakah Allah ridha atau Luqman menerangkan, ridho Allah diketahui lewat, pertama, hal-hal yang diridhai oleh Allah, baik ucapan maupun perbuatan. “Lahir maupun batin,” ucapnya dikutip NU Online, Jumat 12/10 lewat menurut Direktur Sufi Center Jakarta ini, hati kecil manusia yang paling dalam akan bicara bahwa hal itu dirihai atau tidak.“Ketiga, tumbuhnya rasa yakin yang menghapus kegalauan, keraguan, dan ketakutan,” jelas Kiai Luqman. Fathoni Senin, 10 Mei 2021 - 0821 WIB Oleh Hamidah Juariah, Wartawan Kantor Berita MINA Tujuan akhir dari sebuah perjalanan seorang mukmin adalah mencari Ridha Allah Subhanau Wa Ta’ala. Dengan itu, seorang mukmin akan mudah untuk memasuki surgaNya. Jika hidup di dunia yang diinginkan kesenangan duniawi, Allah akan berikan, namun yang ada akan berujung pada ketidakpuasan, kekecewaan juga penyesalan, jika yang dicari adalah ridha Allah maka akan berujung pada kebahagiaan dan ketentraman hidup. Untuk menggapai Ridha Allah adalah dengan kita melakukan segala amalan yang diperintahkan dan disukai oleh Allah. Dalam sabdanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan hal-hal yang diridhoi dan dimurkai Allah Subhanau Wa Ta’ala إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلاَثًا يَرْضَىلَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِاللَّهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ ولاَّهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْوَيَسْخَطُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ Artinya “Sesungguhnya Allah itu ridha kepada kamu pada tiga perkara dan benci kepada tiga perkara. Adapun tiga perkara yang menjadikan Allah ridha kepada kamu adalah 1 Hendaklah kamu memperibadati-Nya dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, 2 Hendaklah kamu berpegang-teguh dengan tali Allah seraya berJama’ah dan janganlah kamu berfirqah-firqah, 3 Hendaklah kamu senantiasa menasihati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan kepemimpinan kepadanya dalam urusanmu. Dan Allah murka kepadamu tiga perkara, 1 Dikatakan mengatakan mengatakan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, 2 Menghambur-hamburkan harta benda, 3 Banyak bertanya yang tidak berfaidah.” HR Ahmad, Musnad Imam Ahmad dalam Musnad Abu Hurairah, Muslim, Shahih Muslim II/6. Lafadz Ahmad. Dari hadits tersebut, kita dapat melakukan amalan untuk mendapatkan ridha nya Allah dan menjauhi segala yang menjadi murkaNya. Salah satu diantara keistimewaan dari ridha adalah melahirkan rasa tenang dihati kita. Tenang saat menghadapi perkara yang sulit dalam hidup, karena percaya ketika Allah mendatangkan suatu kesulitan pasti akan ada kemudahan. Sebagaimana Firman Allah Al Insyirah ayat 6 إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا Artinya “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Dari ayat tersebut, memberikan kabar gembira untuk kita yang tetap optimis ketika berada di saat-saat yang sulit. Ustaz Hanan Attaki, berpesan, jika kita berada di saat yang sulit, hal itu bukan sesuatu yang diinginkan, dan kita tetap ingin ridha, maka katakanlah “Semoga akan ada kebaikan didalam nya”. Dengan begitu, kita sudah berprasangka baik kepada Allah, Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Apabila sudah berprasangka baik atau buruk, maka kita akan mendapatkan apa yang kita prasangkakan. Saat ini, kita masih berada di bulan suci Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah, berarti kita harus mencari sesuatu yang sekiranya di ridhoi oleh Allah Subhanau Wa Ta’ala. Seperti, Bulan Ramadhan menjadi bulan diturunkan nya Al Qur’an kita membacanya sebulan penuh, kita sholat tahajud, bersedekah, berbagi kebahagiaan dengan orang yang kekurangan, menjelang akhir Ramadhan kita tingkatkan ibadah kita, yang dengan itu kita menggapai ridha Allah di bulan Ramadhan. Jika bulan Ramadhan, menjadi bulan diijabahkannya doa bagi mereka yang meminta, maka sungguhkan doa kita untuk diri sendiri juga keluarga, dan tak lupa kita do’akan saudara-saudara Muslim yang tertindas oleh musuh-musuh Allah dimanapun berada, untuk selalu diberikan pertolongan. Ridha Allah kepada hambaNya, Ia melihat dan menyukai hambaNya yang menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Rabi’ bin Khutsaim Radiyallahu Anhu berkata “Apa saja yang tidak ditujukan untuk meraih Ridha Allah maka akan sia-sia”. Semoga kita tergolong menjadi hamba yang selalu mencari keridhaan Allah dan menjalankan sesuatu hanya untuk meraih RidhaNya. A/Hju/P2 Mi’raj News Agency MINA

mencari ridho allah dalam hidup